Microsoft Flight Simulator 2020, sebuah simulator pesawat terbang realistis besutan Microsoft ini telah rilis beberapa bulan lalu dan dapat digunakan untuk menjelajahi lokasi dunia nyata.

Game ini mengambil basis data dari Bing Maps dan Microsoft Azure. Alih-alih puas dengan kualitas visual saat ini, beberapa pemain malah “nge-mod” beberapa game asset menggunakan layanan Google Maps untuk dan perbaikan visual objek bangunan.
Di beberapa monumen akibat bangunan-bangunan yang dibuat secara otomatis, membuatnya tampak seperti poligon kotak-kotak. Lebih lucunya lagi, ada bangunan yang tingginya normal menjadi berlebihan seperti tiang raksasa akibat bug ini.
A special thank you to all the hilarious, fun, informative, and ██████████ responses over the past 24hrs. I am so ha̶pp̶y to see everyone e̵n̵j̷o̷y̴i̷n̶g̸̸ and ĕ̴̤x̵͍̿p̶͕̕e̵̟̕r̷̥̈́ḭ̴̆e̵͇͂ǹ̴̠ĉ̴̶͇̌ing the̵ M̵͔͛o̶̮͊n̸͖̆o̵̻͊ľ̷̯i̵͖̓t̸͖̚h̸̹̒ t̸o̴g̷e̷t̶̴̷̷̸͖̋ḥ̸̸̷̸̴͊e̵r.
— Alexander Muscat (@alexandermuscat) August 20, 2020
Akhirnya, komunitas game menemukan solusinya, yaitu menggunakan Google Maps untuk mengisi kegabutan. Prosesnya cukup rumit menurut standar normal pembuatan modding game. Kalian tidak bisa seenaknya sendiri melakukan drag and drop model dari Google Maps. Kalian harus menyalin dan mengonversinya melalui sejumlah program. Prosesnya lama dan terlalu sulit untuk dijelaskan. Untungnya Subreddit FS2020Creation memiliki beberapa tutorial bermanfaat kalau ingin mencobanya sendiri.
Pada forum resmi Flight Simulator, perbandingan kualitas fotogrametri antara Bing dan Google disorot secara visual terlihat sangat jelas perbedaannya.
Microsoft telah membuat game yang luar biasa menggunakan teknik yang unik. Walaupun pada akhirnya kebanyakan dari kita hanya menggunakan pesawat kecil cuma buat terbang diatas rumah sendiri, hehe. Bicara soal Flight Simulator, saya akan update tutorial tentang memperbaiki masalah download.